Tentang Destinasi
Menjelajahi Pegunungan Meratus: Atap Hijau Kalimantan yang Sarat Magis dan Tradisi KALIMANTAN SELATAN – Jika berbicara tentang bentang alam Pulau Kalimantan, perhatian dunia sering kali tertuju pada hutan hujannya yang luas. Namun, di bagian tenggara pulau ini, membentang sebuah struktur geologis megah yang menjadi jantung ekologis sekaligus rumah bagi kebudayaan tua yang masih lestari: Pegunungan Meratus. Membentang membelah Provinsi Kalimantan Selatan sepanjang hampir 600 kilometer, Pegunungan Meratus bukan sekadar deretan perbukitan hijau. Kawasan yang kini berstatus sebagai Geopark Nasional ini merupakan salah satu paru-paru dunia yang menyimpan kekayaan hayati luar biasa, sekaligus wilayah adat bagi suku Dayak Meratus. Laboratorium Alam Berusia Ratusan Juta Tahun Secara geologis, Pegunungan Meratus memiliki sejarah yang sangat panjang dan kompleks. Pegunungan ini terbentuk dari batuan samudra purba yang terangkat ke permukaan akibat tumbukan lempeng tektonik ratusan juta tahun lalu. Tak heran jika kawasan ini memiliki topografi yang unik—mulai dari puncak-puncak gunung berhutan lebat, lembah-lembah sungai yang dalam seperti Sungai Amandit, hingga formasi karst (batu kapur) yang eksotis. Bagi para pencinta alam dan peneliti, Meratus adalah surga keanekaragaman hayati. Kawasan ini menjadi rumah bagi flora langka seperti anggrek hutan endemik dan pohon-pohon raksasa jenis dipterokarp, serta fauna dilindungi mulai dari orangutan Kalimantan, owa-owa, hingga berbagai spesies burung langka. Rumah Bagi Suku Dayak Meratus yang Memegang Teguh Tradisi Daya tarik terbesar dari Pegunungan Meratus tidak hanya terletak pada bentang alamnya, melainkan pada manusianya. Di lereng-lereng dan lembah pegunungan ini, masyarakat suku Dayak Meratus (atau sering disebut Dayak Bukit) hidup berdampingan secara harmonis dengan alam. Mereka mempraktikkan sistem pertanian tradisional (berladang giling/berpindah) yang sangat menghormati siklus alam. Salah satu pusat kebudayaan yang paling mudah diakses oleh wisatawan adalah di kawasan Loksado. Di sini, Anda bisa melihat langsung Balai Adat—rumah besar bermaterial kayu dan bambu yang menjadi pusat kehidupan sosial dan ritual keagamaan masyarakat setempat, seperti upacara adat Aruh Baharin sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen. Magnet Wisata Minat Khusus dan Petualangan Bagi dunia pariwisata, Pegunungan Meratus adalah arena terbaik untuk wisata minat khusus (special interest tourism). Karakter medannya yang menantang menawarkan berbagai aktivitas bagi para petualang: Trekking dan Pendakian: Menjelajahi jalur setapak di bawah rimbunnya kanopi hutan tropis, mendaki puncak-puncak ikonik seperti Gunung Halau-Halau (puncak tertinggi di Kalimantan Selatan). Wisata Air dan Sungai: Menikmati kesegaran air terjun yang bertebaran di dalam hutan, seperti Air Terjun Haratai, atau memacu adrenalin dengan bamboo rafting menyusuri jeram Sungai Amandit. Ekowisata dan Budaya: Berinteraksi langsung dengan warga lokal, mempelajari kearifan lokal tentang obat-obatan herbal dari hutan, dan menikmati ketenangan jauh dari sinyal seluler dan hiruk-pikuk kota. Panduan untuk Petualang Menjelajahi Pegunungan Meratus membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang matang. Karena areanya yang luas dan sebagian besar masih berupa hutan perawan, wisatawan sangat disarankan untuk menggunakan jasa pemandu lokal (local guide) guna memastikan keamanan selama perjalanan. Rasakan Sendiri Magisnya Meratus Pegunungan Meratus adalah definisi nyata dari sebuah petualangan sejati. Destinasi ini menawarkan kemewahan berupa udara yang bersih, gemercik air sungai yang jernih, dan ketulusan senyum masyarakat adat yang menyambut setiap tamu dengan kehangatan. Ingin merasakan keindahan dan magisnya Pegunungan Meratus secara mendalam? Kami menyediakan paket trip petualangan Meratus, mulai dari trekking pedalaman, wisata budaya Dayak, hingga eksplorasi Loksado. Hubungi kami untuk menyusun rencana perjalanan kustom Anda!